Jangan Lakukan Skull Breaker Challenge

Health   20 Februari 2020

breaker skull tantangan

Tantangan skull-breaker challenge kian marak di media sosial terutama di aplikasi Tiktok. Tantangan yang melibatkan tiga orang berdampingan ini dilakukan dengan sengaja menendang kaki orang yang loncat di bagian tengah hingga terjatuh di posisi tak ideal.

Aksi ini cukup berisiko dan bisa mengakibatkan cedera serius hingga tak sadarkan diri pada korbannya. Mengingat bahaya yang diakibatkan tantangan ini, pihak Kementerian komunikasi dan Informatika langsung berkoordinasi dengan pihak Tiktok di Indonesia untuk menangkal tren buruk ini.

″Kami sudah langsung menghubungi pihak Tiktok Indonesia untuk memastikan konten itu tidak ada di Tiktok Indonesia,″ jelas Ferdinandus Setu selaku PLT Kepala Humas Kemenkominfo.

Pihak Kemenkominfo berpesan agar lebih bijak menyikapi hal ini karena bisa membahayakan. Selain itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Gusti Ayu Bintang Darmawanti, ikut khawatir jika nantinya ada anak-anak atau pemuda Indonesia yang ikut menirukan tantangan ini tanpa menimbang faktor keselamatan.

Senada dengan Gusti Ayu, Ketua KPAI, Susanto juga telah melakukan imbauan kepada seluruh anak-anak, orang tua maupun guru sekolah untuk mengawasi agar skull breaker challenge tidak dilakukan.

Tantangan ini awalnya berasal dari Spanyol. Bahayanya dengan cepat menjadi jelas karena orang yang di tengah menjadi korban cedera di kepala, leher dan pergelangan tangan. Setidaknya dua anak di Amerika Serikat telah dirawat di rumah sakit setelah mencoba tantangan ini.
skull
Sumber foto:sg.theasianparent.com

Menurut Nathan Richards, MD, seorang dokter yang berspesialisasi dalam penyakit dalam dan pediatri di The Ohio State University Wexner Medical Center, tantangan skull breaker challenge bisa berakibat fatal.
Bisa mengakibatkan trauma kuat pada area kepala dan leher. Ini dapat dikaitkan dengan berbagai cedera serius dan bahkan mengancam jiwa termasuk, tetapi tidak terbatas pada, memar, hematoma, tengkorak retak, ketegangan leher, leher patah, gegar otak dan komplikasi gegar otak jangka panjang, pendarahan di atau sekitar otak, kehilangan kesadaran, kelumpuhan, dan kematian.

Denise Klinkner, MD, seorang ahli bedah anak di Mayo Clinic Children's Center di Rochester, Minnesota menambahkan, orang yang berada di tengah alias si korban kemungkinan akan mengalami cedera setidaknya gegar otak, pergelangan tangan atau lengan patah.

Berita Terkait

Game Terbaru & Update

Aplikasi Populer

Apps Populer Lainnya

Main Game HTML5

Game HTML5 Lainnya


advertise faq terms contact

Copyright © 2021 Oomph.id, All Right Reserved